Minggu, 19 Juni 2011

daftar nama yang sudah mengirimkan tugas

Minggu, 19 Juni 2011 

  1. Toni Setyawan (09.11.3131)
  2. Rindang Saputra Dalimunthe (09.11.3088)
ket: ni yang no 1-2 pasti kerja bareng, klihatan hasilnya sama... cm perbedaan tata letak saja.... :D
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Senin, 20 Juni 2011






dikumpul... dikumpul.... jangan lupa deadline ^^

Jumat, 17 Juni 2011

Kloset oh kloset


Kloset!! Banyak orang mendengar kata itu pasti akan jijik ataupun akan merasa risih apa lagi jika kata itu disebutkan ketika sedang makan, pasti kebanyakan akan marah – marah, yah mungkin anggapan orang tersebut benar adanya dikarenakan kloset sendiri menurut KBBI (kitab yg kadang – kdang ak baca kalo lagi kepepet. ^^) adalah tempat buang air besar.  Yang dimana kebanyakan orang pasti akan melakukannya sebagai rutinitas dipagi hari. Sebuah rutinitas seperti itu yang hanya sekedar buang hajat.


Anggapan orang yang merasa “tidak suka” dengan kloset itu ada benarnya, akan tetapi saya punya pemikiran yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang, kloset atau saya lebih suka menyebutnya dengan kloser bagi saya bukan hanya sekedar tempat buang hajat, akan tetapi tempat INSPIRASI. Yah memang sedikit aneh memang tp kenyataannya memang seperti itu,


Dengan kloset semua kagiatan saya dimulai. Merupakan seuatu kebiasaan saya dipagi hari untuk membuang hajat. Disitulah semuanya dimulai, diawali dengan bangun tidur trus langsung beranjak ke kloset.saat duduk disana semua fikiran melayang – laying semua angan – angan seperti menggambarkan sesuatu. Disana kadang saya memikirkan semuanya, kegiatan apa, mau apa yang akan saya lakukan pada hari ini suka saya planning atau rencanakan ketika berada di kloset, kadang kegiatan itu sangat mengasikkan mem-planning segala sesuatu kegiatan agar tidak bentrok antara tagging jawab satu dengan yang lainnya.

Tidak hanya itu saja kadang pula kloset juga berguna sebagai tempat buat evaluasi apa saja yang telah saya lakukakan kemari harinya, Mengasikkan sekaligus inspiratif bagi saya kloset itu, tempat yang bagi sebagian orang hanya sekedar tempat buang hajat akan tetapi bagi saya kloset merupakan media inspirasi, inspirasi bertindak dan menyusun agenda kegiatan pada hari itu,

Nb : jangan lupa selalu membersihkan kloset agar terasa nyaman, setelah nyaman akan membuat inspiratif bagi diri kita. ^^

Rabu, 15 Juni 2011

tugas tambahan dan nilai Riset Operasi Kelas S1 TI 4H

kepada teman - teman kelas S1 TI 4H bagi yang ingin menambah nilai atau memperbaiki nilai

tugas responsi : klik
tugas tambahan : klik

keterangan ;
- jika nilai responsi dan nilai tugas tidak ada kerjakan tugas - tugas semuanya,
- jika hanya nilai tugas tidak ada maka kerjakan tugas tambahan saja
- jika hanya nilai responsi saja yang tidak ada maka kerjakan tugas responsi saja

Nilai keseluruhan kelas 4M dapat di lihat di sini

TUGAS PALING LAMBAT DIKUMPULKAN PADA 20 juni 2011 Pukul 24.00
dikirim via email ke : nurhapsoro.triyowibowo@gmail.com
subject : tugas tambahan s1 ti 4m
isi email : nama : xxxxx
               nim : xx.xx.xx

nb : jika masih ada  yang di tanyakan silahkan hubungi via fb atau ym
good luck and terima kasih.. ^__^

Selasa, 12 Oktober 2010

PPM 2010 @ Amikom Yogyakarta






buku panduan PPM 2010
membaca

Senin, 05 April 2010

"Coba - Coba Motret" at Taman Sari, Yogyakarta




Capture Time :       18:18:32 18 Desember 2008
Dimension :       1536 x 2048
Exposure :       1/8 sec at f / 2,8
Focal Length :       5,4 mm
Iso SpeedRating :       ISO 200
Flash :       Did not fire
Make :       Canon
Model :       Canon PowerShot A460
Lens :       0.2-0.4 mm






Senin, 22 Maret 2010

GREENPEACE






Greenpeace adalah suatu organisasi lingkungan global yang didirikan di Vancouver, British Columbia, Kanada pada 1971. Greenpeace dikenal menggunakan aksi langsung tanpa kekerasan konfrontasi damai dalam melakukan kampanye untuk menghentikan pengujian nuklir angkasa dan bawah tanah, begitu juga dengan kampanye menghentikan penangkapan ikan paus besar-besaran. 
Pada tahun-tahun berikutanya, fokus organisasi mengarah ke isu lingkungan lainnya, seperti penggunaan pukat ikan, pemanasan global, dan rekayasa genetika.


Greenpeace mempunyai kantor regional dan nasional pada 41 negara-negara di seluruh dunia, yang semuanya berhubungan dengan pusat Greenpeace Internasional di Amsterdam. Organisasi global ini menerima pendanaan melalui kontribusi langsung dari individu yang diperkirakan mencapai 2,8 juta para pendukung keuangan, dan juga dari dana dari yayasan amal, tetapi tidak menerima pendanaan dari pemerintah atau korporasi.
Pernyataan resmi misi Greanpeace menyebutkan:
Greenpeace adalah organisasi independen yang berkampanye menggunakan konfrontasi kreatif anti kekerasan untuk mengungkap permasalahan lingkungan global, dan untuk memaksa solusi bagi sebuah masa depan yang damai dan hijau. Target Greenpeace adalah untuk memastikan kemampuan bumi untuk kelangsungan hidup bagi semua keanekaragamannya.
  • SEJARAH

Asal mula Greenpeace dimulai dengan pembentukan formasi Don't Make A Wave Committee oleh


 sekelompok aktivis Kanada dan Amerika di Vancouver pada 1970. Nama komite ini diambil dari sebuah slogan yang digunakan selama protes terhadap uji coba nuklir Amerika Serikat pada akhir 1969, komite datang bersama-sama dengan sasaran menghentikan ujicoba pemboman nuklir bawah tanah tahap ke-dua dengan 

kode Canikkin, oleh militer AS dibawah pulau Amchitka, Alaska. Kapal ekspedisi pertama disebut Greenpeace I, kapal ekspedisi ke-dua disebut Greenpeace Too! Uji coba tidak berhasil dihentikan, tetapi komite telah membentuk dasar untuk aktivitas Greenpeace selanjutnya. 

Bill Darnell adalah orang yang mengkombinasikan kata green (hijau) dan peace (damai), yang kemudian menjadi nama bagi organisasi ini.

Pada 4 Mei 1972, setelah Dorothy Stowe menyelesaikan masa jabatan ketua Don't Make A Wave Committee, organisasi ini kemudian secara resmi mengganti namanya menjadi "Yayasan Greenpeace".


  • GREENPEACE di Asia Tenggara

Asia Tenggara sangat berarti bagi masa depan kelestarian planet bumi. Warisan kekayaan alami yang ada di wilayag ini patutu diperjuangakn kelestariannya. 

Asia Tenggara sangat berarti bagi masa depan kelestarian planet bumi. Warisan kekayaan alami yang ada di wilayah ini patut diperjuangkan kelestariannya. Walau demikian, seiring bertumbuhnya sektor ekonomi dan industri secara pesat dalam 30 tahun terakhir ini juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup besar. Dampak lingkungan di wilayah ini juga meluas ke luar batas-batas negara Asia Tenggara. Degradasi lingkungan yang parah telah dialami seantero Asia Tenggara. Disamping krisis keuangan yang melanda Asia belum lama ini, polusi dan penghancuran sumber daya alam semakin parah, sementara perusahaan-perusahaan multinasional dan negara-negara industri mengarahkan wilayah ini untuk ekspansi operasi dan teknologi mereka yang merusak lingkungan. Yang semakin memperparah masalah ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat Asia mengenai kerusakan lingkungan dan lemahnya mekanisme demokrasi untuk memperkuat masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan. Melihat pentingnya potensi pembangunan dan ancaman di wilayah ini, dan dalam rangka konsolidasi dan pengembangan kampanyenya di Asia Tenggara, Greenpeace meningkatkan kegiatannya di wilayah ini.

Greenpeace sudah banyak bekerja di banyak wilayah di Asia, termasuk menghentikan importasi limbah berbahaya, menentang pengiriman radioaktif, berkampanye melawan terhadap pembinasaan hutan, melobi pemerintah mengenai isu-isu energi berkelanjutan dan menyoroti bahaya limbah pembakaran. Seringkali bersama dengan kelompok-kelompok lokal lainnya, Greenpeace telah menggalang kampanye sukses di FilipinaTaiwanIndia, dan Indonesia. Greenpeace berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan Asia pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an, dan Greenpeace membuka kantor pertamanya di Jepang (1989) dan kemudian di Cina (1997). Penjajakan awal juga dilakukan di Asia Tenggara dengan fokus utama pada Indonesia dan Filipina.
Asia Tenggara merupakan posisi kunci untuk menentukan keamanan lingkungan global. Selama 30 tahun terakhir, Greenpeace telah sukses berkampanye di negara-negara industri untuk mengurangi dan menghapuskan polusi dan degradasi lingkungan. Tetapi, usaha-usaha dan capaian ini dapat dengan mudah diputarbalikkan pada saat perusahaan-perusahaan multinasional tersebut tetap mengekspor teknologi kotor yang mengakibatkan penurunan dampak lingkungan di wilayah ini. Dengan demikian, setelah penjajakan bertahun-tahun dan berkampanye di negara-negara kunci, akhirnya Greenpeace berhasil membuka kantor di wilayah ini. Greenpeace Asia Tenggara secara resmi didirikan pada tanggal 1 Maret 2000.


National Geographic

Yayasan National Geographic didirikan di Amerika Serikat pada tanggal 27 Januari 1888 oleh 33 orang yang tertarik meningkatkan pengetahuan geografi mereka. Gardiner Greene Hubbard menjadi presiden pertama dan kemudian digantikan oleh menantunya, Alexander Graham Bell. Yayasan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang geografi dunia dan pada akhirnya mensponsori penerbitan majalah bulanan National Geographic.

Kegiatan

  • Fotografi Laut Dalam
Sebelum resmi diluncurkan, National Geographic Indonesia mengadakan presentasi dan diskusi foto bertema Fotografi Laut Dalam bersama Emory Kristof, fotografer National Geographic pada tanggal 24 Januari 2005. Kegiatan ini lalu dilanjutkan dengan pameran rangkaian foto karya Emory di Gedung Arsip Nasional.
  • Pameran Arkeologi
Usai peresmian di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, National Geographic Indonesia mengadakan pameran arkeologi Indonesia. Acara yang digelar pada 29 Maret-3 April 2005 diakhiri dengan presentasi dan pemutaran film orang kerdil (Homo floresiensis) dari Flores, Nusa Tenggara Timur oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.
  • Pameran Foto Cheng Ho
National Geographic Indonesia turut ambil bagian dalam Peringatan 600 Tahun Perjalanan Laksamana Cheng Ho yang dipusatkan di Semarang, Jawa Tengah. Selama lima hari, 3 – 7 Agustus 2005, diadakan Pameran Foto Cheng Ho karya Michael Yamashita, fotografer National Geographic yang mendapat penugasan untuk membuat foto napak tilas sang laksamana yang digelar di PPRP Semarang.
Pada tanggal 4 Agustus 2005 malam, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Marie Elka Pangestu, berkesempatan membuka dan menyapa sang fotografer yang kebetulan tengah singgah dalam rangka penelusuran jejak sejarah Cheng Ho bersama awak National Geographic Television. Selepas pembukaan, Mike menampilkan presentasi fotografi yang diikuti dengan antusisas oleh ratusan anggota National Geographic Society di Indonesia.
Melanjutkan sukses serupa di Bangka dan Semarang, pameran foto liputan Cheng Ho dilanjutkan ke Sasana Budaya Ganesha, Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat. Setelah itu, pameran diboyong ke Jakarta, Surabaya, dan Medan.
  • Penelitian Orang Pendek di Kerinci
Sejak 22 September 2005, Dr. Peter U Tse, penerima hibah Expedition Council National Geographic Society, melakukan penelitian tentang orang kerdil di Kerinci, Jambi selama dua tahun. Bersama timnya, Dr. Tse memasang kamera perangkap dalam rangkaian penelitian untuk membuktikan keberadaaan misteri yang belum juga terkuak hingga kini. Pada hari pertamanya di Sungaipenuh, Dr. Tse dan tim, yang diikuti pula National Geographic Indonesia, mendapat sambutan hangat dari Bupati Kerinci, H. Fauzi Siin.
  • Teleskop Antariksa Spitzer
Menyambut liputan keunggulan Teleskop Antariksa Spitzer, National Geographic Indonesia menggelar presentasi di planetarium dan observatorium milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 17 Desember 2005. Bambang Hidayat, salah seorang dewan pakar majalah ini, dan Widya Sawitar dari planetarium mengajak 500 pendaftar terawal dari anggota National Geographic Society untuk mendalami teleskop yang mengungkap tempat kelahiran bintang-bintang.
  • Rock Art Exhibition 2006
National Geographic Indonesia membuka mata masyarakat Indonesia dengan gelaran Rock Art Exhibition 2006. Acara di awal tahun 2006 ini digelar di tiga kota, Jakata, Balikpapan, dan Sangatta, Kalimantan Timur. Acara ini didukung penuh oleh PT Kaltim Prima Coal serta dibantu oleh beberapa institusi, seperti Balai Arkeologi KalimantanHimpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI), Le Kalimantanthrope, dan PP Seni Rupa Institut Teknologi Bandung.
 
coret - coret Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template